
Nah foto di atas hanya satu gambaran aja ..how was the fun di asrama BPLP Bandung, hmmm saya rasa sdh mewakili banyak..dan satu hal bahwa untuk hidup sekamar dengan totally new strangers at least kita harus punya toleransi yang besar...nah awalnya saya tinggal dengan Maxmillian Kusbianta Kawira , ini anak Palembang (Chinese), terus Charles DaCosta ..wuih waktu denger namanya saya pikir masih turunan Portugis neh...ternyata dia anak Ambon, nah sedangkan saya ya Rudy Prasetyadi , totally seorang Jawa, anak tentara ....so hari pertama saya kenalan sama Max , itu panggilan dari si wong Palembang , sedangkan teman satunya Charles DaCosta , belum nongol2 , wah mungkin tidak ikutan Opspek, hari berikutnya waktu Opspek dimulai, pertemanan saya dengan Max makin dekat..ya mungkin karena sama2 sengsara..sekarang saya bisa liat satu point positif dari opspek terutama buat siswa yang tinggal di Asrama , yaitu menciptakan kebersamaan..gak peduli dari suku mana, dan agama apa , serta anak siapa kita ..or latar belakang apa keluarga kita .
Anyway , di Asrama ada lobby , receptionist juga, dan terpisah antara asrama cewek dan cowok tentunya...saya tinggal di lt 3 , nah kejadian lucu2 juga sering saya temuin , becanda, dan saling dukung jadi tradisi kehidupan asrama, bahkan saya dapat julukan "Jawir" ya di sini , akibat becanda main wayang orang ...he..he..kalau saya gak salah ingat sih ..besoknya nama saya jadi Rudy Jawir, nama yang menurut saya sampai sekarang jadi semacam "blessing in disguise" sebab nama itu jadi melekat hingga sekarang dan orang jadi gampang ngingatnya ..
Banyak hal menarik yang bisa di jadikan pelajaran , tapi satu hal yang sekarang masih kita perlukan yaitu toleransi terhadap perbedaan di sekitar kita , ini yang seharusnya sebagai individu kita harus punya, dan sikap memaklumi teman ..kalau mau semua jadi indah dan menyenangkan ..don't always complain with your life , enjoy it and live it !